Masalah terbesar yang kita hadapi
bukanlah bagaimana mencerdaskan otak anak-anak kita,sebab sejauh anak-anak itu
terlahir normal dan diasuh dengan penuh cinta,Insya Allah otaknya akan
berkembang dengan sangat bagus.Oleh karena itu,keteladanan memegang peranan
penting dalam pembentukan karakter anak kedepannya.
Teladan adalah contoh yang
diikuti oleh yang lain, lalu yang lain akan melakukan apa yang dilakukan oleh
yang mencontohkannya. Teladan memiliki peran penting dalam kehidupan
anak,karena dapat memperkuat pengetahuannya tentang akhlak yang baik,dan
membuatnya mau menghargai arti sebuah akhlak.Selanjutnya akan dipaparkan
beberapa pentingnya keteladanan bagi perkembangan anak.
1. Tingkat pemahaman setiap anak berbeda – beda.
Namun setiap anak,tidak diragukan lagi mempunyai kemampuan yang sama dalam
melihat objek hidup. Karena melihat merupakan cara yang paling mudah untuk
mendapatkan pemahaman bagi anak – anak.
2. Pembelajaran dengan cara menelaah dan
instruksi memang membuahkan hasil. Namun,akan lebih berhasil lagi ketika
diberikan contohnya secara kongkrit.
3. Yang paling penting adalah antar praktik dan
teori haruslah mendukung dan saling melengkapi. Dimana, ketika anak melihat
praktik yang tidak sesuai dengan teori yang ia dapati,terlebih lagi praktik
tersebut ia lihat dari orang yang penting dalam kehidupannya,seperti orang tua,
maka anak hanya akan mengikuti praktik yang ia lihat walaupun salah dan
bertentangan dengan teori yang ia dapatkan.
4. Teladan yang baik seharusnya membuat anak merasa bahwa akhlak mulia yang
ia pelajari secara teori mudah untuk
dilaksanakan. Maka dari itu, perbuatan mempunyai pengaruh yang lebih kuat
daripada perkataan.
5. Pengaruh yang dirasakan oleh jiwa manusia
lebih banyak didapatkan dari hal-hal yang bersifat praktis daripada yang bersifat
teoritis.
6. Dengan keteladanan, kebaikan orang yang memberi
contoh bisa ditransformasikan kepada orang yang yang mengikutinya.
Semoga postingan ini bermanfaat buat penulis
khusunya dan pengunjung Blog saya pada umumnya.
Al
– Khal’awi Mahmud.2007.Mendidik Anak dengan Cerdas,Yogyakarta:Insan
Kamil.

0 komentar:
Posting Komentar