Jumat, 15 Juni 2012 - 1 komentar

Hubungan Gaya belajar Peserta didik dengan Metode mengajar Pendidik



Hubungan gaya belajar Peserta didik dengan metode mengajar Pendidik.

“Guru Ku Ceramah terus,,,,Bosan,,,”
Keluhan seperti diatas sering sekali kita dengar dari anak-anak kita yang merasa tidak nyaman dengan metode yang diterapkan guru mereka dalam mengajar.Tidak bisa kita pungkiri,metode ceramah adalah metode yang dirasa sangat efektif oleh sebagian besar guru-guru,baik itu guru SD,SLTP sampai SMA .Bahkan, guru-guru TK dan Play Group pun masih tetap menganggap bahwa ceramah adalah “jurus terjitu” yang sangat efektif dalam proses transfer ilmu kepada peserta didik mereka,tanpa mereka sadari bahwa tidak semua anak  bisa dengan mudah memahami apa yang mereka ajarkan,karena tiap anak memiliki gaya belajar yang berbeda.
Tardif (1989) mendefinisikan, mengajar adalah: any action performed by an individual (the teacher) with the intention of facilitating learning in another individual (the learner), yang berarti mengajar adalah perbuatan yang dilakukan seseorang (dalam hal ini pendidik) dengan tujuan membantu atau memudahkan orang lain (dalam hal ini peserta didik) melakukan kegiatan belajar. Jadi, pada dasarnya prestasi peserta didik sangat dipengaruhi oleh kompetensi pengajarnya.Pendidik yang tidak menguasai psikologi belajar peserta didik sudah tidak dapat diandalkan lagi dalam konteks pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya sebagai seorang yang professional.
Sebagai seorang pendidik profesional,memahami gaya belajar tiap peserta didik sangatlah penting.Dengan memahami gaya belajar tiap peserta didik maka pendidik  dapat menerapkan teknik dan strategi yang tepat baik dalam pembelajaran maupun dalam pengembangan diri peserta didik.Karena hanya dengan penerapan yang sesuai maka tingkat keberhasilan dalam pembelajaran akan lebih tinggi.
Untuk itu marilah kita kenali beberapa gaya belajar  peserta didik yang penulis rangkum dari  Quantum Learning ( 112-120) diantaranya yaitu :
1.      Gaya Belajar Visual.
Bagi siswa yang memiliki gaya belajar visual, mata/penglihatan (visual) memegang peranan penting.
Ciri-ciri gaya belajar Visual :
a)      Bicara agak cepat.
b)      Mementingkan penampilan dalam berpakaian.
c)      Tidak mudah terganggu oleh keributan
d)     Mengingat yang dilihat daripada yang didengar
e)      Lebih suka membaca daripada dibacakan karena termasuk pembaca yang cepat dan tekun.
f)       Mempunyai masalah untuk mengingat instruksi verbal kecuali jika ditulis, dan seringkali minta bantuan orang untuk mengulanginya.
2.      Gaya belajar Auditori
Peserta didik yang memiliki gaya belajar Auditori lebih banyak menggunakan indera pendengarannya dalam mengikuti proses belajar mengajar.
Ciri-ciri gaya belajar Auditori :
a)      Penampilan rapi
b)      Saat bekerja suka bicara kepada diri sendiri
c)      Mudah terganggu oleh keributan
d)     Belajar dengan mendengarkan dan mengingat apa yang didiskusikan daripada yang dilihat
e)      Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
f)       Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada,berirama dan warna suara.
3.      Gaya belajar Kinestetik
Siswa yang memiliki gaya belajar Kinestetik sering belajar melalui gerak dan sentuhan.
Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik :
a)      Berbicara pelan
b)      Penampilan rapi
c)      Tidak terlalu mudah terganggu dengan situasi keributan
d)     Menghapal dengan cara berjalan dan melihat
e)      Menggunakan jari sebagai penunjuk ketika membaca
f)       Menyukai permainan yang menyibukkan.
Setelah mengenal dan memahami beberapa gaya belajar peserta didik, maka kita sebagai pendidik hendaknya mengenali betul anak didik kita dan hendaknya pendidik memiliki berbagai metode mengajar, agar siswa dapat menerima atau mengerti apa yang disampaikan oleh gurunya dengan seefektif dan seefisien mungkin.
Metode mengajar jelas erat hubungannya dengan gaya belajar peserta didik, karena dalam proses belajar mengajar yang baik adalah apabila terjadi interaksi antara peserta didik dengan pendidik. Untuk itu maka pendidik harus dapat menciptakan situasi yang nyaman, membangkitkan semangat belajar, menggairahkan dan membuat siswa antusias untuk belajar. Sehingga tujuan pembelajaran tercapai.
Seorang pendidik sebaiknya terus mengembangkan kreasi dan inovasi dalam hal metode mengajar.Sehingga peserta didik yang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda tersebut bisa dengan mudah menyimak,mencerna,mengerti dan mengaplikasikan apa yang telah mereka peroleh dari pendidik.Dengan demikian tujuan belajar dan mengajar yang menunjukkan perubahan tingkah laku yang positif dapat terwujud sebagaimana yang diharapkan oleh pendidik terhadap peserta didiknya.
Sudah saatnya kita sebagai pendidik untuk keluar dari “kebiasaan lama”,yang menjadikan metode ceramah satu-satunya obat ampuh untuk menyembuhkan penyakit kronis kegagalan siswa dalam pembelajaran. Saatnya kita sebagai pendidik untuk memanfaatkan kemajuan IPTEK dan menciptakan inovasi dalam proses belajar mengajar.Karena,sangat tidak mungkin kita mengharapkan perubahan yang signifikan dari peserta didik jika kita hanya melakukan hal-hal yang itu-itu saja tanpa perubahan yang berarti.
 Oleh karena itu,marilah kita sebagai pendidik untuk terus berbenah diri dan terus menggali potensi yang kita miliki untuk membantu peserta didik mencapai tujuan pendidikan yang lebih baik dari masa ke masa,sehingga tercipta generasi yang memajukan bangsa.

1 komentar:

Purple LD 23 Juli 2012 pukul 23.00

Mudah-mudahan anak murid kita nggak ada yg mengeluh seperti itu,,,amienn

Posting Komentar